Telah ku putuskan jalan hidupku....kupilih diriku berada di jalan ini, dan kuyakinkan untuk sebuah komitmen, aku yakin...aku yakin...di sinilah tempatku, dan disinilah hidup akan ku tempa.....Dunia yang masih belum banyak dimengerti orang-orang disekitarku. Dunia yang menurut sudut pandang mereka adalah dunia yang berbahaya, beresiko tinggi, tanpa masa depan yang jelas. Masa depan yang aku mengerti sebagai kekayaan tentunya. Ya memang bukan kekayaan harta yang kucari tapi kekayaan akan sebuah ideologi, idealisme, dan perbuatan nyata atas sebuah keyakinan. Kuyakin di sinilah kedewasaanku akan tumbuh, pengalamanku akan terasah, dan setiap pelajaran akan menjadi perjalanan makna akan hidup yang sudah dan akan kujalani.
Kusadari bahwa kalian menganggap pernyataan itu menjadi hal klise yang seringkali kalian bantah dengan argumen rasionalitas tentang realitas. Kenapa sulit sekali mendapatkan kepercayaan kalian, segitu lemahnyakah diriku di mata kalian??..kenapa tak ada kepercayaan bahkan dari darah dagingku sendiri akan kemampuan yang berdasar pada keyakinan dan komitmen??..dimana dukungan kalian...aku bukan ingin di bantu, aku hanya ingin dipercaya....Kenapa kalian anggap diri ini akan rapuh menghadapi kerasnya realitas hidup, bukankah jalan yang kutempuh juga menjadi realitas hidup, yang dengan amat sangat telah kusadari keberadaannya....
Apa yang akan kujalani bukanlah hal yang benar-benar baru. Bahkan sudah banyak yang menjalaninya bertahun sebelum kelahiran kalian, kalian hanya tidak mau tahu mengenai keberadaan kisah sukses mereka. Aku bukan anak kecil lagi, aku sudah memasuki usia menuju kedewasaan, aku siap mandiri, dan aku telah yakinkan diriku sendiri untuk menghadapi segala tantangan dan resiko dari apa yang kulakukan.
Dalam setiap langkah yang kulalui, bertambah semangatku, dalam setiap hembusan nafas ada harapanku, dan dalam pandangan mataku terpapar tujuan utama ku,...tapi...kenapa ketika kubuka lebar telinga, semakin kudengar kejatuhanku, kehancuranku, kebodohanku.....suara itu terus mencoba menyendirikanku.... kenapa harus kudengar itu, kenapa bukan dorongan dan dukungan yang kudengar....kenapa harus ada yang beda,..kenapa suara itu harus menjadi lawan pandangan, langkah dan nafasku........
Dalam langkahku kuistirahatkan pikiranku sejenak...kucoba sejenak untuk menyerah.....baiklah, sekarang aku beri waktu untuk sang suara pemberontak...ok..aku ingin melihat maksud ucapanmu..... Di sini ku duduk, kucoba buka mata ini untukmu, kulihat apa yang coba kau ingin perlihatkan,.....APA ITU.....inikah yang selama ini dengan keras kau usahakan kepadaku???...sebuah pandangan kehancuran manusia...apa maksudmu???......sudah lama kubuang jauh pandangan ini, kutinggalkan dalam kotak yang sudah kukubur dalam-dalam di ruang hampa dalam pikiranku.....Usahamu percuma, kau tahu itu...hatiku sudah tak bisa kausentuh...hal-hal yang sudah terstigma dengan sangat dalam ini tak bisa merubah apa-apa....hanya segini kemampuanmu.....hanya ini sebenarnya kekuatanmu, suara yang kukira hampir meluluhlantahkan hasratku, ternyata hanya mampu memperlihatkan ini.....
Kulanjutkan perjalananku.....tak kuhiraukan lagi suara itu yang sudah meredup dan hilang, ...tapi kenapa???...kenapa lalu pandangan yang lalu itu menjadi hantu yang terlahir kembali???..kenapa dia datang lagi....???.... siapa di balik ini semua...,yang bermaksud terus mengujiku, kemarin pendengaranku, sekarang pikiranku.....apa yang kau mau....kemarin sudah kau coba dan kau gagal...percuma saja kalau hanya itu yang kau ingin tunjukkan...aku tak gentar........To Be Continued...

No comments:
Post a Comment